Ini tentang bagaimana memberi kesempatan kepada seseorang
untuk mengubah sikap dirinya menjadi senormal mungkin. Tapi kalian tahu? Yang
dapat mengubah apa yang ada pada dirinya hanya ia sendiri. Jangan pernah paksa
seseorang untuk menjadi seperti yang kita mau, sekalipun dia mungkin sangat
buruk tapi ingat setiap orang memiliki jalan pikiran masing-masing. Memang tak
selalu yang kita harapkan akan menjadi nyata, tak selalu yang kita inginkan
akan sesuai dengan yang terjadi. Berharap mantan kekasih akan kembali kepada
kita dengan sikap yang lebih baik tapi seringkali “kecewa” yang didapatkan
bukan? Mengulangi salah yang sama dan bodohnya mau memberi kesempatan
berkali-kali untuk membuat hati luluh lalu runtuh. Aku selalu percaya seseorang
akan berubah menjadi lebih baik suatu saat nanti, entah kapan, tapi pasti
terjadi walau perubahan itu bukan untukku.
Ada dua tipikal manusia, pertama jika ia di beri sikap baik
ia akan membalas dengan sikap baik juga tapi ada juga yang diberi sikap baik
malah menjadi melunjak “dikasih hati minta ampela”. Ya seperti yang terjadi
sekarang. Ketika sepasang kekasih memilih mengakhiri hubungan mereka karena “ketidakcocokan”
alasan lawas memang tapi seringkali kenyataannya seperti itu. Bahkan ada
yang mengatakan “kamu terlalu baik untukku, aku tak pantas bersanding denganmu”
lalu salahkah menjadi seorang yang baik? Lantas seperti apa yang dicari para
pecinta di dunia ini?
Aku bingung aku selalu berusaha berbuat baik kepada siapapun
tapi kadang kebaikan yang berlebihan akan mendapatkan kata “kamu itu oon, oon
banget”. Yang aku tahu saat mencintai seseorang tidak terpaku dia baik atau
buruk tapi ingin menjadi yang tebaik buat orang yang kita cintai. Selalu
memberi kesempatan mantan kekasih untuk menjadi penguasa hati dengan beralaskan
“aku udah berubah” “aku akan berubah, please, kasih aku kesempatan lagi” dan
selalu menjinakan hati ini, berulang-ulang kali, namun faktanya sama aja
hubungan kandas, “putus”. Padahal aku hanya ingin menjadi yang dipentingkan,
itu saja, apa salah?
Sakit memang harus mencintai yang seharusnya sudah tidak
dicintai, tapi apa daya? Aku hanya seorang manusia normal yang tidak bisa
mengelak dari perasaanku ini, aku sangat mencintainya. Tapi ada saatnya
seseorang akan tersadar dari kesalahan bahkan kebodohan yang ia lakukan. Dan
sekarang aku tersadar akan segalanya, kesia-siaanku memberi peluang kamu untuk
berubah tapi malah justru menyakitiku lebih dalam. Kali ini aku tahu adakalanya
harus bertahan dan berjuang, adakalanya harus rela pergi dan meninggalkan. Dan
saat ini aku memilih meninggalkan kamu. ~
Tapi sekian lama coba gak contact sama kamu itu rasanya hebat, iya hebat banget mendem nyesek sendiri, lihat ada nama kamu satu 'Timeline' tapi gak saling negor itu bikin sakit terlebih saat lihat kamu saling mention sama cewek lain.
Terus sekarang kamu dateng lagi. kamu pergi lagi, dateng lagi, aku bingung musti kaya gimana. Kalian tahu? cinta seringkali tidak mau mengenal kata "salah". selalu "dibenarkan" walau itu menyakitkan. Sampai akhirnya aku benar-benar yakin sama kamu, aku lupain masa lalu, lupain semua hal buruk tentangmu. Lalu memutuskan untuk "kembali" dalam dekapanmu. ☺
Tapi sekian lama coba gak contact sama kamu itu rasanya hebat, iya hebat banget mendem nyesek sendiri, lihat ada nama kamu satu 'Timeline' tapi gak saling negor itu bikin sakit terlebih saat lihat kamu saling mention sama cewek lain.
Terus sekarang kamu dateng lagi. kamu pergi lagi, dateng lagi, aku bingung musti kaya gimana. Kalian tahu? cinta seringkali tidak mau mengenal kata "salah". selalu "dibenarkan" walau itu menyakitkan. Sampai akhirnya aku benar-benar yakin sama kamu, aku lupain masa lalu, lupain semua hal buruk tentangmu. Lalu memutuskan untuk "kembali" dalam dekapanmu. ☺