Thursday, 11 July 2013

Bertahan atau Melepaskan. ~

Ini tentang bagaimana memberi kesempatan kepada seseorang untuk mengubah sikap dirinya menjadi senormal mungkin. Tapi kalian tahu? Yang dapat mengubah apa yang ada pada dirinya hanya ia sendiri. Jangan pernah paksa seseorang untuk menjadi seperti yang kita mau, sekalipun dia mungkin sangat buruk tapi ingat setiap orang memiliki jalan pikiran masing-masing. Memang tak selalu yang kita harapkan akan menjadi nyata, tak selalu yang kita inginkan akan sesuai dengan yang terjadi. Berharap mantan kekasih akan kembali kepada kita dengan sikap yang lebih baik tapi seringkali “kecewa” yang didapatkan bukan? Mengulangi salah yang sama dan bodohnya mau memberi kesempatan berkali-kali untuk membuat hati luluh lalu runtuh. Aku selalu percaya seseorang akan berubah menjadi lebih baik suatu saat nanti, entah kapan, tapi pasti terjadi walau perubahan itu bukan untukku.

Ada dua tipikal manusia, pertama jika ia di beri sikap baik ia akan membalas dengan sikap baik juga tapi ada juga yang diberi sikap baik malah menjadi melunjak “dikasih hati minta ampela”. Ya seperti yang terjadi sekarang. Ketika sepasang kekasih memilih mengakhiri hubungan mereka karena “ketidakcocokan” alasan lawas memang tapi seringkali kenyataannya seperti itu. Bahkan ada yang mengatakan “kamu terlalu baik untukku, aku tak pantas bersanding denganmu” lalu salahkah menjadi seorang yang baik? Lantas seperti apa yang dicari para pecinta di dunia ini?

Aku bingung aku selalu berusaha berbuat baik kepada siapapun tapi kadang kebaikan yang berlebihan akan mendapatkan kata “kamu itu oon, oon banget”. Yang aku tahu saat mencintai seseorang tidak terpaku dia baik atau buruk tapi ingin menjadi yang tebaik buat orang yang kita cintai. Selalu memberi kesempatan mantan kekasih untuk menjadi penguasa hati dengan beralaskan “aku udah berubah” “aku akan berubah, please, kasih aku kesempatan lagi” dan selalu menjinakan hati ini, berulang-ulang kali, namun faktanya sama aja hubungan kandas, “putus”. Padahal aku hanya ingin menjadi yang dipentingkan, itu saja, apa salah?

Sakit memang harus mencintai yang seharusnya sudah tidak dicintai, tapi apa daya? Aku hanya seorang manusia normal yang tidak bisa mengelak dari perasaanku ini, aku sangat mencintainya. Tapi ada saatnya seseorang akan tersadar dari kesalahan bahkan kebodohan yang ia lakukan. Dan sekarang aku tersadar akan segalanya, kesia-siaanku memberi peluang kamu untuk berubah tapi malah justru menyakitiku lebih dalam. Kali ini aku tahu adakalanya harus bertahan dan berjuang, adakalanya harus rela pergi dan meninggalkan. Dan saat ini aku memilih meninggalkan kamu. ~

Tapi sekian lama coba gak contact sama kamu itu rasanya hebat, iya hebat banget mendem nyesek sendiri, lihat ada nama kamu satu 'Timeline' tapi gak saling negor itu bikin sakit terlebih saat lihat kamu saling mention sama cewek lain.
Terus sekarang kamu dateng lagi. kamu pergi lagi, dateng lagi, aku bingung musti kaya gimana. Kalian tahu? cinta seringkali tidak mau mengenal kata "salah". selalu "dibenarkan" walau itu menyakitkan. Sampai akhirnya aku benar-benar yakin sama kamu, aku lupain masa lalu, lupain semua hal buruk tentangmu. Lalu memutuskan untuk "kembali" dalam dekapanmu. ☺

Thursday, 13 June 2013

A Letter For You ♥ (Fiksi)

Dear Kamu,

Udah lama ya kita berteman, dan aku sudah terbiasa sama keberadaanmu. Satu yang aku takutin : kamu pergi sama yang lain. Aku takut aku semakin menaruh harap sama kamu tapi disisi lain kamu itu semu buat jadi milikku. Akupun tidak mengerti bisa jadi seperti sekarang ini. Awalnya kita cuma berteman, kita saling cerita tentang hubungan kita sama pacar kita masing-masing. Sampai pada akhirnya kita sama-sama jatuh, terhianati cinta masing-masing. Kita coba bangkit bersama, dan sampai akhirnya aku merasa ketergantungan sama kamu, ketergantungan sama keberadaanmu, ketergantungan sama caramu membuatku bangkit dan semangat. Apa kamu juga ketergantungan dengan keberadaanku?
Dan sampai pada hari itu, hari dimana kau mengenalkan seorang perempuan kepadaku yang kau kenalkan sebagai kekasih barumu. Kau tahu rasanya seperti apa? Hancur ya hancur, ternyata hanya aku yang menganggap kamu penting, sedangkan kamu? kamu seperti tidak menganggap keberadaanku, kau bilang dia adalah teman dari temanmu. Hey! What am I for you? bahkan kamu sama sekali tidak pernah bercerita sebelumnya tentang gadis itu.
Ngga gampang harus berada diantara kalian dan sekarang mungkin aku yang harus tahu diri, aku pilih balik-kanan, mundur teratur. Tapi tenang kamu ngga perlu merasa sedih dan kehilangan, suatu saat entah kapan akupun tidak tahu kalau aku sudah bisa merapikan hatiku ini aku pasti akan kembali menjadi seperti saat pertama kita bertemu, menjadi temanmu. =)

                                                                                                                           
                                                                                                                                     Tertanda

                                                                                                                        (Yang selalu mendoakanmu)



Friday, 2 November 2012

"Pagiku Tiba"

Pagiku tiba...
Disambutnya aku dengan hangat sang surya
Segarnya embun dan tanah basah
Siap temani aku menanam mimpi

Pagiku tiba...
Tawa burung dan sapaan bunga
Telah merajut senyum di wajahku
Senyum pemupuk mimpiku

Pagiku tiba...
Beralaskan niat dan doa
Ku siap memetik hektaran mimpi
Walau tak semudah memetik melati
Namun.. Jutaan keyakinan terbesit di hati ini
Selalu ada cahaya yang mengiringi
Cahaya Tuhan Yang Maha Kuasa

~Envrinda Arief~

Tuesday, 12 July 2011

"Dialah motivator terbesar dalam hidupku"

To someone who has given everything for my life..
Sebelum ku terpejam aku melihatnya, setelah ku terbangun ku melihatnya,
Ya, dia memang selalu ada disetiap detik itu tetapi dia sangat sibuk dg kegiatanya.
Kadang aku merasa sendiri jika tak bersamanya, dan aku merasa bahagia jika aku bisa bersamanya, Karena Aku dpt merasakan kehangatan dan ketulusan kasih sayang nya, Dia yang sllu memberikan semua yg terbaik untukku, Dia yg sllu tau apa yg aku butuhkan, Dia juga tempatku berbagi kisahku disetiap aku punya kisah baru. Dia yg sllu memotivasiku. Dia yg sllu meyakinkan aku, kalau aku bisa menempuh hari" ku yang ku anggap berat, Kalian tau siapa dia ? Dia adalah IBUKU !
Aku sayang bgt sama ibuku, Thanks mom, you are the biggest motivator in my life ! 人n_n"人